Lewati navigasi

Ditulis dalam rangka memperingati hari pendidikan nasional 2 mei 2011

Slogan `SMK BISA` yang digaungkan  sudah begitu menyatu dengan semangat belajar dan cita-cita siswa-siswa jurusan GP, hal ini tercermin dari kegiatan `KBM` dikelas maupun di lapangan, mereka sangat semangat dan giat belajar dan sangat apresisasif ketika mengikuti pelajaran demi pelajaran khususnya mata pelajaran `produktif`. Suasana yang sudah kondusif tersebut hendaknya selalu di jaga dengan baik dengan memberikan pemahaman dan arahan-arahan yang tepat dan benar kepada para siswa. Jangan memberikan arahan-arahan yang keliru yang bisa menyebabkan rusaknya suasana yang sudah terbentuk dengan baik, alangkah lebih baik lagi dibentuk  semacam badan pengkajian khusus yang memikirkan masalah ini dengan melibatkan BP. Harapan kedepannya nanti tidak ada materi atau ucapan guru yang  membuat siswa jadi sebel dan membuat opini negatif.

`Bisa karena Biasa` VS  `Mahir karena Bisa`

Pemikiran yang sangat keliru dan menjadi racun bagi para siswa adalah `bisa karena biasa` yang  menyebabkan semangat belajar hilang dan tidak selera mengikuti setiap pelajaran, karena dibenak siswa sudah tertanam untuk apa susah-susah belajar keras toh nanti kerja di pertambangan tidak dibutuhkan sama sekali ilmu-ilmu dasar dari kelas.

Perlu dicamkan bahwa ilmu-ilmu dasar produktif yang diberikan guru di sekolah merupakan bekal yang  sangat penting bagi siswa jurusan GP, dengan pemahaman ilmu-ilmu ini siswa dengan mudah menyesuaikan diri dengan pekerjaan yang akan di emban selama di dunia industri, makanya kenapa pihak industri (pertambangan) tidak akan merekrut karyawan yg berasal diluar jurusan geologi pertambangan!!!

Faktor lain yaitu keterampilan atau keahlian yang sudah pernah diberikan para guru di sekolah adalah dasar yang sangat penting untuk dimiliki setiap siswa, dengan demikian siswa tidak cuman sekedar `bisa karena biasa` tapi jauh lebih dari sekedar itu yaitu `cepat mahir karena sudah bisa`!!!

Oleh karena itu siswa-siswa ku, …

1. Jangan mudah terhasut dengan arahan yang salah, kalo kamu masih ragu dan merasa tidak nyaman silahkan konsultasikan dengan guru produktif  (saya siap menampung semua unek-unek dan aspirasi mu)

2. Tetap semangat dan bersungguh-sungguh dalam belajar, yakinlah masa depan kalian semakin cemerlang karena kalian adalah orang-orang pilihan.

3. Hilangkan segera sampah-sampah pemikiran `bisa karena biasa` dalam benak kalian, itulah racun yang sangat berbahaya.

4. Segera gantikan racun-racun dalam benak kalian dengan obat `mahir karena bisa` dengan cara tekun belajar dan bersungguh-sunguh dalam mengikuti setiap pelajaran khususnya `produktif`.

5.Tetap berdoa kepada alloh swt agar diberikan rahman dan rahim – Nya




Kehadiran jurusan Geologi Pertambangan di SMKN4 yang baru berusia 7 tahun sudah menjadi magnet para orang tua untuk memasukan anaknya, terlebih setelah berkembang berita ‘masih sekolah kok sudah digaji besar’.  Hal tersebut memang benar adanya setelah sekolah MOU bersama beberapa industri pertambangan yang meminta siswa untuk melakukan PSG di tempatnya.  Lebih menarik lagi siswa yang diterima PSG bisa otomatis menjadi karyawan tetap setelah lulus nantinya.

Dilihat dari tolok ukur penempatan kerja bagi lulusan di industri pertambangan, sejak pertamakali meluluskan jurusan geologi pertambangan pada tahun ajaran 2006-2007 sampai sekarang menunjukan kenaikan yang sangat signifikan, dari 60% menjadi 90% sedangkan sisanya yang 10% melanjutkan kuliah.  Maka pada tanggal 24 januari 2010, SMKN4 Bojonegoro mendirikan BKK MIGAS yang didasarkan pada keputusan Dirjen Binapenta No. Kep. 4587/BP/1994, tanggal 12 Nopember 1994 tentang juknis Bursa Kerja khusus.

BKK MIGAS merupakan suatu bentuk pelaksanaan penyaluran tenaga kerja Sub Depnaker yang berada di sekolah khusus Sekolah Menengah Kejuruan, dengan demikian diharapkan industri langsung mengadakan perekrutan ke sekolah dengan menghubungi BKK sekolah sebagai informasi tenaga alumnus. Bagi para alumnus sangat dimudahkan dalam mendapatkan informasi lowongan pekerjaan karena tidak harus bersusah payah mencari-cari lowongan pekerjaan (alumni cukup sering datang ke sekolah melihat daftar nama perusahaan yang akan datang merekrut karyawan).

Geologi Pertambangan SMKN4 Bojonegoro saat ini

Marilah sejenak menengok ke dalam seperti apa jurusan Geologi Pertambangan yang menjadi pilot projek SMKN4 ini. Tidak dipungkiri lagi kepercayaan dunia industri akan lulusan geologi pertambangan ini tidak terlepas dari kualitas para lulusan yang sudah terbukti dan teruji. Dua tolok ukur yang sangat  penting berperan disini adalah peran aktif para guru yang berkompeten dan peralatan penunjang pembelajaran.

Saya setuju bibit unggulan siswa yang akan masuk sangat penting, namun disini tidak dibahas karena selama ini siswa-siswa jurusan Geologi Pertambangan adalah siswa pilihan dan terbaik saja yang bisa lolos masuk.

Peralatan Penunjang Pembelajaran

Peralatan penunjang pembelajaran yang sangat penting di jurusan ini sebenarnya cukup banyak,

1.Geologi lapangan

(Kompas geologi, Palu geologi, Lup dan Peta dasar).

2.Ukur tanah

(theodolith, pita ukur, waterpass ).

3 Navigasi dan SIG

(GPS, Garmin Mapsource, Google earth).

4.Software-software pendukung

(surfer, surpac, arcGIS, autocad)

5.Pemboran

(perangkat alat pemboran portable)

6.Laboratorium batuan

(sample batuan, ayakan, mesin potong batuan, mikroskup polarisasi)

Guru yang berkompeten

Sampai sekarang jurusan  memiliki seorang guru tetap, dikarenakan sulitnya mendapatkan SDM di bidang ini, sementara guru yang ada berstatus diminta untuk membantu dan bersifat sukarela, yang sewaktu-waktu dengan bebas bisa mengundurkan diri. Kondisi yang demikian tersebut hendaknya mendapat perhatian serius dari manajemen sekolah dan dinas pendidikan pemerintah daerah setempat.

Guru profesional adalah guru yang meramu kualitas dan integritasnya. Mereka tidak hanya memberikan pembelajaran bagi peserta didiknya tapi mereka juga harus menambah pembelajaran bagi mereka sendiri karena jaman terus berubah. Ia harus terus meningkatkan kemampuan serta keterampilannya dalam berbagai bidang. Perningkatan kualitas ini tidak hanya didapat melalui ruang formal saja. Tapi juga bisa melalui pelatihan-pelatihan peningkatan kualitas guru. Dan diharapkan peningkatan kualitas guru ini dapat menghapus stigma akan penyakit guru dibawah ini:

1. Tipes : Tidak punya selera
2. Mual : mutu amat lemah
3. Kudis : Kurang disipiln
4. Asma : Asal masuk kelas
5. Kusta : Kurang Strategi
6. TBC : Tidak Bisa Computer
7. KRAM : Kuram Terampil
8. Asam Urat : Asal Sampaikan materi urutan kurang akurat
9. Lesu : Lemah Sumber
10. Diare : Dikelas Anak-anak remehkan
11. Ginjal : Gajinya nihil jarang aktif dan terlambat

Yuk jadi guru berkualitas…

1. Jangan menjadikan profesi guru untuk  satu-satu nya penopang kehidupan di dunia tapi jadikan sebagai tabungan untuk kehidupan di akhirat.

2. Mapankan kehidupan keluarga terlebih dahulu dengan berwiraswasta atau `bidang lain` setelah dirasa `cukup` baru berpikir berprofesi sebagai guru.

Silahkan mencoba …. !!!

 

Kembali dikarantina bertempat di Hotel Pitagiri Jakarta tanggal 26 – 28 September 2010 dalam rangka menyusun kisi-kisi UN untuk Produktip Geologi Pertambangan, Surat tugas  800/340/412.40/SMKN4 BJN/2010

Di saat jam pulang sekolah di sudut taman kota yang tersedia akses point hotspot gratis, terlihat sekumpulan anak-anak berbaju sekolah sedang asyik bermain-main dengan laptop yang di bawanya, mereka tidak sekedar mejeng sambil bercengkerama sesama teman, tapi mereka juga serius mencari makalah atau tugas-tugas yang diberikan oleh guru sekolah, dan sebagian nya lagi menyerbu warnet-warnet terdekat yang menawarkan jasa internet cuman 2000 an sejam. Pemandangan seperti ini sudah menjadi hal biasa di kota kecamatan di mana kami tinggal, apalagi di kota-kota besar.

Seiring berkembangnya industri dan teknologi informasi dengan kehadiran internetnya, saat ini perkembangan ilmu pengetahuan telah menjadi pilar utama penyempurnaan hidup di muka bumi. Akibatnya, berbagai perubahan harus selalu terjadi setiap saat. Akibat perilaku yang harus adaptif menghadapi perubahan ini muncul teknologi komunikasi yang mampu melintasi sekat ruang dan waktu. Perubahan di dunia dapat diketahui lewat sebuah laptop hanya dalam hitungan detik.

Salah satu teknologi canggih yang mampu memfasilitasi ilmu pengetahuan adalah mesin pencari Google. Google telah membalikkan sekat keterbatasan informasi, karena mesin pencari supercanggih ini dapat mencari sebuah istilah hanya dalam satuan detik yang tersaji dalam jutaan situs internet.

Di dunia pendidikan, mesin pencari ini mampu mengubah cakrawala pemikiran para pelaku pendidikan. Seorang siswa dapat searching seluas-luasnya untuk mengeksplorasi sebuah pengetahuan baru. Dari mencari arti kata, materi pelajaran, sampai teknologi yang terkini dapat digali dengan mudah.

Banjir informasi menjadi fenomena yang sangat indah untuk dinikmati. Pemahaman tentang sebuah materi pelajaran pun terolah dengan lebih baik. Siswa tidak lagi harus mengeluarkan banyak biaya untuk membeli berbagai judul buku. Cukup klik dan dapat!

Para pendidik juga tidak ketinggalan atas kehebatan teknologi mesin pencari ini. Dari pencarian silabus, soal ulangan, sampai artikel ilmiah terbaru dapat diakses dengan mudah. Transfer ilmu pengetahuan antara guru dan siswa dapat berjalan dengan efektif. Ilmu pengetahuan yang selama ini terkekang sekarang dapat tersalurkan dengan nyaman dan semudah mengklik mouse.

Melihat situasi ini, dimanakah peran seorang guru? Bukankah Google lebih mencukupi semua kebutuhan-kebutuhan informasi pembelajaran daripada guru? Jika seorang guru diadu dengan Google dalam kecepatan mengartikan, jelas guru akan kalah telak. Lalu, bagaimana nasib seorang guru selanjutnya?

Perlu diingat bahwa seorang guru bukan hanya pengajar yang mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi sekaligus sebagai pendidik yang memanusiawikan manusia menjadi sempurna. Rosululloh bersabda `bahwa aku di utus oleh alloh untuk memperbaiki ahklak manusia`. Peranan seorang guru bila disandarkan pada pemahaman sabda rosululloh tersebut menjadi bekal dasar seorang guru. Guru bukan sekadar pesaing dari Google sebagai alat mentransfer ilmu pengetahuan. Guru memiliki peran lebih untuk menyempurnakan kehidupan seorang pribadi agar memiliki akhlak yang mulia. Tidak hanya menjadikan siswa memiliki ilmu ketrampilan tok, melainkan menjadi sosok pribadi dengan kemuliaan akhlak yang menempel pada diri siswa. Hal ini semakin menguatkan peran guru yang sangat mulia.

Guru masih lebih unggul daripada Google karena guru mampu mengajarkan sisi kemanusiaan (humanis) yang tidak dapat diberikan mesin pencari secanggih apa pun seperti google. Dalam kehidupan nyata tidak hanya diperlukan berlimpahnya ilmu pengetahuan dalam otak, tetapi juga sisi manusiawi (akhlak dan moral) agar bisa memanusiawikan ilmu pengetahuan yang dimiliki dan memanusiawikan manusia saat berinteraksi dengan pribadi lain.

Pemahaman kita perlu disegarkan kembali bahwa teknologi hanyalah hasil akhir dari ilmu pengetahuan yang bersifat material yang memiliki sifat bisa rusak, bisa berubah, dan suatu saat bisa tidak bermanfaat. Karena itu, interaksi antarmanusia yang didasari kontak teknologi belaka akan terasa kering karena bersandar pada nilai material.

Pendidikan tidak dapat bersandar pada teknologi semata, melainkan juga harus melibatkan hati yang dimiliki setiap pribadi manusia. Akhirnya ungkapan Rosululloh beberapa abad silam tentang pentingnya akhlak mulia menjadikan barometer setiap para pendidik (guru), jika guru masih ingin dimuliakan para murid-muridnya sebagai “guru”.


ya alloh tunjukan lah sesuatu yang benar itu memang benar dan berikan lah kemampuan untuk mengikutinya…..

ya alloh tunjukanlah sesuatu yang salah itu memang jelas salah dan berikanlah kekuatan untuk memusnahkan dan manjauhinya …..

ya alloh karuniakanlah tutur kata yang mudah dipahami, ilmu dan hidup yang barokah….


Pada bulan Desember 2008 bertempat di Hotel Mega Anggrek, Kemanggisan, Jakarta Barat, tepatnya tanggal 02 sampe 08, ditugaskan sekolah dengan surat tugas no:824/276/412.42/SMKN4 BJN/2008 dan ditugaskan Dinas Pendidikan dengan surat tugas no:824/9843/412.42/2008. Tugas dinas ini diperuntukan mengikuti penyusunan dan penyempurnaan bank soal SMK tahun 2008 yang akan di pergunakan dalam Ujian Nasional SMK tahun 2009

Dari penugasan ini diketahui bahwa secara nasional (di Indonesia) terdapat kurang lebih 42 sekolah menengah kejuruan dengan jurusan Geologi Pertambangan. Jumlah yang luarbiasa spektakuler (dit.psmk)

dsc010811

dsc01080

Geofisika adalah ilmu yang mempelajari tentang bumi dengan pendekatan teori-teori fisika. Geofisika yang merupakan bagian dari ilmu kebumian sebenarnya sudah diperkenalkan kepada pelajar SMP dan SMU melalui mata pelajaran geografi. Geofisika berbeda dengan geologi dan juga berbeda dengan geografi, geologi lebih mendalami bumi beserta isinya dengan metoda observasi dan pengamatan langsung sedangkan geografi cangkupannya lebih luas yaitu mengenai bumi beserta lapisan-lapisannya dan kaitannya dengan human dan ilmu sosial. Sedangkan Geofisika lebih khusus mempelajari gejala-gejala kebumian berdasarkan pendekatan sain khususnya ilmu fisika.

Ilmu Geofisika sepertinya kurang diminati oleh para pelajar SMU yang mau meneruskan studinya ke jenjang perkuliahan. Hal ini dapat terlihat dari ketidaktahuan masyarakat dalam hal ini pelajar terhadap geofisika. Banyak pelajar yang tidak mengetahui apa itu geofisika. Mereka lebih berminat kepada ilmu-ilmu yang lain seperti MIPA (Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam), Teknik Sipil, Teknik Industri, Teknik Informatika, dan lain-lain. Rasanya jarang sekali pelajar yang menjadikan Teknik Geofisika sebagai pilihan pertama mereka untuk tujuan melanjutkan studi. Hal ini dikarenakan oleh kurangnya ilmu geofisika diterapkan pada sekolah umum dan jarang terekspos ke media massa.

Padahal prospek kerja sebagai Geophysicist (sebutan untuk para ahli geofisika) sangatlah cerah. Tidak ada satu orang pun Geophysicist yang sulit mendapatkan pekerjaan di tengah banyaknya pengangguran sarjana. Hal ini dikarenakan sangat dibutuhkannya tenaga geofisika dalam dunia pekerjaan khususnya bidang migas. Apalagi melihat persediaan minyak dunia yang semakin terbatas mengakibatkan geophysicist sangat dibutuhkan untuk mencari sumber minyak baru. Walaupun Lulusan Geophysicist mempunyai IP rendah, ia masih dapat dengan mudah mendapatkan pekerjaan.

Seharusnya pemerintah dalam hal ini Pertamina sebagai perusahaan milik negara yang banyak menyerap geophysicist melakukan sosialisasi mengenai ilmu geofisika kepada para pelajar SMU atau SMP di Indonesia Sehingga para pelajar akan lebih mengetahui tentang geofisika, prospek kerja dan hal-hal yang berkaitan dengan geofisika. Selain itu hal ini mungkin dapat menekan jumlah pengangguran di Indonesia yang jumlahnya semakin banyak mengingat prospek kerja geofisika yang sangat tinggi. Ruang lingkup pekerjaan yang sudah terhampar didepan para geophysicist tidak hanya di lingkup nasional bahkan terbesar ada di lingkup internasional. Di salah satu media luar perusahaan minyak asal argentina, amerika, arab saudi, kuwait dll menyatakan kesukaan nya terhadap tenaga ahli geofisika dari asia (termasuk indonesia,india, philipina). Sebagai gambaran gaji seorang Geophysicist yang bekerja di perusahaan minyak untuk di onshore (darat) mencapai 5-10 ribu usd sedangkan untuk di offshore (lepas pantai) mencapai 15-20 ribu usd take home pay ( gaji pokok yang murni diterima, sedangkan masalah rumah dan kebutuhan kehidupan sehari-hari sudah dicukupi oleh perusahaan dengan standart hotel bintang lima).

Semoga informasi ini bermanfaat buat pelajar smu dan smk untuk memacu semangat belajar lebih giat lagi bagi yang ingin melanjutkan ke jenjang perkuliahan sehingga bisa mempersiapkan diri baik-baik sejak ada di bangku sekolah, sedangkan mata pelajaran yang harus diminati sejak dini adalah ilmu pengetahuan alam khususnya fisika, matematika.

Permasalahan yang dihadapi Sekolah Menegah Kejuruan Geologi Pertambangan di SMKN4 Bojonegoro khususnya adalah belum sepenuhnya diakuinya lulusan SMK untuk siap bekerja di industri pertambangan, terbukti dari kelulusan tahun 2007 dan tahun 2008 angka prosentase lulusan yang diterima kerja di industri pertambangan masih dibawah 60 %. Dan jumlah perusahaan yang melirik lulusan Geologi Pertambangan dari SMKN4 Bojonegoro juga masih dapat dihitung jari (dibawah 5).

Upaya untuk meningkatkan mutu lulusan Geologi Pertambangan SMKN 4 Bojonegoro, perlu disepakati tolokukur berfikir, bagaimana mencapai peningkatan mutu lulusan SMK tersebut? Untuk menyiapkan pembelajaran agar siswa mempunyai Kompetensi yang diakui oleh dunia usaha/industri atau bertaraf nasional, mempunyai profesionalisme, etos kerja dan daya saing yang tinggi, maka diperlukan:

(1) Siswa yang siap Belajar Keras (2) Guru yang profesional, mempunyai kompetensi dibidangnya, (3) Isi (Content) pembelajaran. (4) Peralatan dan bahan penunjang Pembelajaran (5) Penataan ruangan tempat belajar mengajar (baik di lingkungan sekolah atau di industri). (6) Kerjasama Industri

Berdasarkan tolok ukur berfikir tersebut, maka analisa upaya peningkatan mutu bisa dijelaskan sebagaiberikut:

1) Kesiapan siswa untuk belajar Keras.

    Masyarakat asli Kabupaten Bojonegoro sebagian besar merupakan masyarakat agraris yang menggantungkan hidupnya dari pertanian dan bercirikan hidup yang santai, dimana budaya tersebut sangat berbeda dengan budaya industri yang bercirikan disiplin dan penuh dengan persaingan, hal tersebut merupakan masalah tersendiri terhadap kesiapan siswa dalam mengikuti pembelajaran. Maka kegiatan yang harus dilakukan sekolah adalah : Seleksi penerimaan siswa baru seketat mungkin untuk mendapat calon siswa unggulan.

    2).Guru yang Profesional.

    Guru yang profesional tidak cukup hanya memiliki kualifikasi pendidikan strata dari Lembaga Pendidikan Tenaga Keguruan (LPTK) saja, melainkan harus memiliki kompetensi yang selalu berkembang sesuai dengan tuntutan tugasnya. Secara umum terdapat 2 kompetensi yang harus dimiliki guru yaitu : (a) penguasaan kompetensi program keahlian yang mendapat pengakuan dari industri/asosiasi profesi (b) penguasaan kompetensi dalam melaksanakan pembelajaran, yaitu suatu kompetensi merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi pembelajaran. Untuk meningkatkan mutu guru seperti tersebut dinas pendidikan atau sekolah harus melaksanakan program magang on the job training bagi guru di industri baik dalam maupun luar negeri. (misalnya guru magang di perusahaan minyak di lingkungan bojonegoro Petrochina, Exxon-mobile dan Pusdiklat Cepu.

    3). Isi (konten) Pembelajaran

    Dalam pembelajaran dengan pendekatan Kompetensi, diupayakan pembelajaran bersifat individu (belajar mandiri) dengan memperhatikan kecepatan belajar siswa. Isi pembelajaran yang berupa kompetensi/sub kompetensi harus dikemas dalam bentuk modul/paket belajar, dan bila terdapat siswa yang gagal, maka siswa tersebut harus diadakan pengulangan sebelum menginjak pada sub kompetensi berikutnya.

    4.) Peralatan dan bahan penunjang Pembelajaran

    Konten pembelajaran yang akan disajikan oleh guru harus dikemas dalam pembelajaran individu (belajar mandiri). Konsekwensi pembelajaran individu adalah diperlukannya pengadaan bahan praktek, modul/paket belajar per kompetensi/sub kompetensi sesuai jumlah siswa. Dinas pendidikan diharapkan segera memprogramkan pembuatan modul/paket belajar ,pengadaan bahan praktek dan peralatan standart industri diklat produktif sesuai rasio siswa yang dibiayai Pemerintah.

    5.)Penataan ruangan tempat belajar mengajar

    Untuk menunjang pencapaian pembelajaran berbasis kompetensi, maka diperlukan ruangan belajar yang nyaman, laboratorium yang menunjang baik laboratorium sains maupun laboratorium program keahlian (lapangan), tanpa sarana tersebut, maka tidak akan mungkin terjadi proses belajar yang maksimal, untuk itu pengadaan sarana dan peralatan sangat menentukan mutu lulusan SMK.

    6.) Kerjasama Sekolah dengan industri.

    Pola pendekatan pembelajaran SMKN4 menggunakan pendekatan system ganda (PSG), dimana pembelajaran dirancang, dilaksanakan dan di evaluasi oleh SMKN4. Maka Penggalangan Kerjasama dengan pihak industri baik dalam maupun luar negeri sangat diperlukan. Saat ini masih belum optimal kerjasama yang dilakukan SMKN4 dengan pihak industri, perlu diadakan peningkatan kerjasama terutama dengan industri minyak bumi yang ada di lingkungan Bojonegoro seperti Pertamina E.P wilayah Bojonegoro, Petrochina dan Exxon-mobile.

Khasus / permasalahan yang muncul semakin kompleks, ketika anak didik geologi pertambangan tahun pembelajaran 2008/2009 kapasitasnya tambah menjadi dua kelas, sehingga beban pembelajaran semakin bertambah. Pertambahan beban pembelajaran tersebut tidak di ikuti penambahan kualitas enam tolok ukur diatas.

Bisa diprediksi apa yang akan terjadi dan menimpa kelulusan anak didik SMKN4 Bojonegoro khususnya jurusan Geologi Pertambangan kelak???

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.